Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Setidaknya

Setidaknya dapat ku simpan, Dalam wujud kenangan. Ketika obrolan tak rela mati, Ombak tak henti-hentinya bernyanyi, Benda langit tak sengaja membumi, Tubuh menjerit menggigil, telah ku abaikan. Mencoba menjadi arloji tak ada arti, Tak ada alasan lain, tolong kau jangan suri. Mati, mati sajalah terus. Dalam kisahmu, yang dipertanyakan orang-orang.. Tanpa pernah tersingkap misterinya. Biarkan tetap rahasia. Karena aku, hanya Sally Yogyakarta

Kotaku Tak Layak Huni?

Tak tertampik, jalanan memang penuh sampah. Hari ini, bertemu polusi lebih mudah daripada menemuimu. Tak perlu mencari kemanapun, ‘ia’ ada dimana-mana. Anak-anak rusak, terus mengendus sesuatu di balik kaos kedodorannya, kadang mereka frontal menggunakan plastik. Mengerti apa yang mereka endus, kan? Klise. Hidup di kota memang sangat keras. Tapi apa kalian mengerti mengapa mereka lebih sibuk mengendus daripada belajar? Di usianya yang masih dini, bermain pun tak lagi halal. Semua karena kerakusan si pemilik akses, tentu saja. Pernah aku dan seorang teman berdiri di pinggir jalan, menunggu angkot 121 untuk pulang ke rumah. Tak lama, seorang anak dengan tubuh kurus kering dan kaos oblong khas ‘golongannya’ mendekati kami meminta uang. Angin membongkar habis rahasianya. Di atas bahu rapuh yang gemetar itu, ia simpan penyambung hidupnya. Aku terkejut dan segera memberinya uang. Namun temanku lebih merasa penasaran. “Kau dapat uang dari orang-orang, bukannya membeli makanan m...