Ada, sepasang paha yang menjadi bantalku Dia ku pinjam tanpa rasa malu Ingkari janji masa lalu untuk bertemu Aku setidak tahu diri itu Rusak, patah, hancur jalinan lamaku Impian kecilku berubah semu Yang aku tahu kini hanya rindu Atas mata hangatnya yang menatapku Nanar aku ketika tau cintanya tak hanya untukku Tapi tetap, dia mendominasi hati dan pikiranku Oleh sebab itu, ijinkan dia kepadaku. Medan,